FKIP Building UMBY, Jl. Wates KM 10
+62 85641855367

Kandidat Doktor Wajib Menulis Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi, Begini Detailnya

Ketua Program Studi Program Doktor Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Andayani M.Pd mengatakan bahwa penulisan artikel ilmiah hasil riset disertasi pada Jurnal Internasional Bereputasi (JIB) merupakan salah satu tugas akhir yang wajib dipenuhi oleh para kandidat doktor. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Pasal 20 bahwa, perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa seperti dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45 dan 46.  “Penelitian sebagaimana dimaksud, dilakukan oleh sivitas akademika dan dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi. Hasil penelitian wajib disebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dan dipatenkan,” kata Andayani dalam Webinar Publikasi Hasil Riset Pembelajaran Bahasa pada JIB yang dilaksanakan oleh Program Doktor Bahasa Indonesia FKIP UNS beberapa waktu lalu. Dalam webinar itu juga Associate Prof Siriporn Maneechukate Ph.D yang merupakan Dosen Maejo University Thailand, membahas permasalahan muatan konsep pengajaran bahasa Indonesia di Thailand.

Sementara, Dosen senior Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr Dra Hermayawati S.Pd M.Pd lebih fokus memaparkan pada kiat-kiat lolos diseminasi artikel pada JIB. Hermayawati mengatakan, menyusun artikel JIB memerlukan kecermatan dalam mematuhi panduan penulisan serta pemenuhan persyaratan yang diwajibkan oleh JIB sasaran. “Menulis artikel di JIB juga memerlukan kesabaran, kedisiplinan serta strategi agar artikelnya dapat cepat lolos terbit,” ujar Hermayawati yang juga merupakan auditorial board sekaligus reviewer JIB Universal Journal of Educational Research (UJER) dan International Journal of Learning, Teaching, and Educational Research (IJLTER).

Menurutnya, kesabaran diperlukan ketika penulis artikel menerima keputusan hasil review yang mungkin tidak diduganya. Misalnya, artikel ditolak, revisi ringan atau pun revisi berat. Kedisiplinan diperlukan pada saat mematuhi rambu-rambu pedoman dan waktu pengiriman atau waktu pengembalian hasil revisi artikel yang telah ditetapkan oleh jurnal yang bersangkutan. 

Nah, sebelum menyusun artikel, lanjut Hermayawati sebaiknya anda lebih dulu mencari informasi terkait eksistensi JIB sasaran dengan cara mengecek atau mengetik nama jurnal pada laman Scimago Journal (SJR) dengan tautan https://www.scimagojr.com/index.php.

“Diharapkan selesai mengecek, setelahnya mempelajari semua aturan serta menggunakan model template yang diwajibkan pada JIB sasaran,” tambah Hermayawati yang juga sebagai Editor in Chief Journal of English Language and Education (JELE) dan beberapa jurnal terakreditasi Sinta.

Strategi, bagi dia sangat diperlukan utuk mengatur waktu yang mungkin sangat mendesak agar artikel segera lolos terbit. Hal ini biasanya berkaitan dengan aktualisasi bukti kinerja proyek riset atau pun masa studi yang nyaris final. 

Dalam hal ini, menurut dia diperlukan strategi yang tepat dalam memperkirakan proses pengiriman, revisi dan penerbitan yang memang cukup sulit diperkirakan ketepatannya. 

“Untuk menghemat waktu proses, sebaiknya penulis telah memeriksa language Use-nya, Similirity Index (menggunakan berbagai aplikasi yang dapat diunduh dari internet) serta menggunakan jasa proof reader untuk mempercepat proses dan meminimalisir kesalahan muatan artikel ilmiah Jurnal Internasional Bereputasi (JIB),” papar Dosen UMBY Hermayawati, soal kiat penulisan artikel riset bagi kandidat doktor.

Catatan:

Dr Dra Hermayawati S.Pd M.Pd merupakan dosen senior di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Sumber: Times Indonesia

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/366612/kandidat-doktor-wajib-menulis-artikel-ilmiah-pada-jurnal-internasional-bereputasi-begini-detailnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *